30 Maret 2011

Usaha Ternak Sapi

PENDAHULIUAN
Ternak sapi potong sudah merupakan komoditi yang sudah sangat adoptik oleh masyarakat dan sangat bermanfaat, Yang mempunyai nilai bukan hanya daging, susu, tulang, tanduk, bahkan tinjanya, pun mempunyai nilal ekonomis, bisa menambah pendapatan.

Makanannya pun murah dan cukup tersedia asal mempunyai lahan, hanya terdiri dari hijauan seperti rumput rumputan, semak dan sebagian daun pepohonan. Disamping itu bisa sekaligus bisa memanfaatkan limbah hasil pertanian seperti : dedak, ampas tapioka Yang kering, jerami dan lain sebagainya.
Untuk penggemukkan sapi, hasilnya cukup memberikan nilai ekonomis sebagai contoh sapi Peranakan Ongole (PO) lokal bisa mencapai kenaikan berat badan 0,7 s/d 1,14 kg per hari atau rata rata 0,81 kg per hari (hasil. penelitian stasion penelitian ternak Grati Jatim).

Untuk sapi Peranakan Frisien Holstein (PFH) kenaikan berat badan perhari 1,04 kg (hasil uji coba di BPT HMT tahun 1994).
Sedangkan hasil persilangan sapi potong luar Negeri atau hasil anak kawin suntik rata rata 1, 1 s/ d 1,6 kg per hari.
Pupuk kandang sebagai limbah kotoran sapi punya nilai ekonomis. Selain dijual juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah, terutama dalam rehabilitas lahan kritis, atau tanaman lainnya seperti palawija maupun kebun rumput sendiri.
Masalah yang selalu menjadi kendala dalam pengembangan budi daya ternak sapi sampai saat ini adalah terbatasnya modal. Sedangkan teknik dan sarana sudah bisa diatasi oleh Instansi terkait yang organisasinya dibina melalui koperasi.


JENIS JENIS SAPI POTONG
Sapi asli Indonesia umumnya untuk sapi kerja dan potong, sapi yang banyak terdapat di Indonesia beberapa jenis antara lain
1. Sapi Bali ;
Sebagian besar terdapat di Bali. Lombok (NTB), NTT, Sulawesi Selatan dan sebagian Jawa Timur. Saat ini sudah tersebar di daerah daerah Transmigrasi melalui Proyek IFAD seperti . Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung di Sumatera. Propinsi propinsi seluruh Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan bahkan Irian Jaya dan Timur Timur.
Keistimewaan antara lain, kesuburan tinggi, dan tahan di daerah kering dimana rumputnya tidak begitu baik sayangnya badan kecil dan pertumbuhannya juga lambat.
2. Sapi Madura ;
Terutama di Pulau Madura dan sebagian Jawa Timur saat ini juga telah disebarkan di beberapa daerah Transmigrasi, warna merah Peformans dan besar tubuh hampir sama. dengan sapi sapi lokal seperti sapi Aceh atau Pesisir. Kesuburan juga tinggi dan bisa. beradaptasi dengan baik di daerah¬-daerah kurang subur. Hanya saja badan /postur tubuh kecil.
3. Sapi Peranakan Ongole / PO. ;
Tersebar di Pulau Jawa dan Sum Barat serta Sum Utara. Berasal dari persilangan Zebu (Ongole) dengan sapi sapi lokal. Yang asli Ongole ada di Sumba yang dikenal Sumba Ongole.

Badan besar tetapi kesuburan agak rendah, angka kelahiran sekitar 15-17 bln/ekor. Lambat dewasa berat badan mencapai 300 s/d 450 kg per ekor yang betina dan 500 s/d 700 per ekor pada yang jantan.
Selain ketiga jenis sapi tersebut saat ini yaitu mulai tahun tujuh puluhan sudah dimasukkan sapi potong unggul asal Eropa /Sub. Tropis seperti : Charolcais, Simmental, Limousin, Hereford, Angus, Brahman dan persilangannya. Sapi ini di Introdosir melalui kawin suntik, sapi sapi ini sangat ekonomis apabila dipelihara secara intensif. Badan besar dimana yang jantan bisa mencapai 1 ton lebih sedangkan yang betina beratnya 550 s/d 750 kg/ekor. Cepat dewasa pertumbuhannya per hari seperti dapat di lihat tabel berikut ;
Pertambahan Berat/Hari dari berbagai Jenis Sapi : 0
No Jenis Sapi Rata-rata Pertambahan
Berat B n/hari Pertambahan Berat
Maximum hari
1 Charolais 1,30 Kg/hari 1165 Kg/hari
2. Simmental 1,30 Kg/hari 1,60 Kg/hari
3. Limounsin 1,20 Kg/hari 1,55 Kg/hari
4. Hereford 1,04 Kg/hari 1,50 Kg/hari
5 Angus 0,95 Kg/hari 1,27 Kg/hari
6. Brahman 0,91 Kg/hari 1,35 Kg/hari
7. P. Ongole 0,81 Kg/hari 1,15 Kg/hari

Sumber data: Team Tekhnis PUPT DITJEN Peternakan
Penggemukan Sapi/Kreman:

Dari uraian diatas nampak bahwa penggemukan sapi/kereman merupakan usaha yang cukup ekonomis, selain bisa memanfaatkan tanah kosong atau kurang subur sekaligus dapat menyerap tenaga kerja keluarga yang menganggur / meningkatkan produktifitas.
Sapi yang sudah digemukkan biasanya laku dijual per kg kira kira ½ dari harga 1 kg daging. Berat satu ekor sapi biasanya disebut berat hidup/berat badan. yang lazim disebut berat badan. Harga. per kg berat badan sapi yang siap potong dengan kwalitas selesai di kerem. (Gemuk) biasanya 1 ½ harga daging per kg bahkan bisa lebih.

Kalau. seekor sapi diperlukkan 0 ,81 kg/hari dan lama pengemukan 6 bulan maka hasilnya dapat dikalkulasikan sebagai berikut:
6 x 30 x 0,8 x Rp. 10.000,- = ± Rp. 729.00,- -per ekor
2
Hal ini hanya untuk PO yang baik Sedangkan untuk sapi persilangan atas hasilnya Al kenaikan berat badan perhari sekitar 1 kg, sehingga hasiInya menjadi:
6 x 30 x 1 x Rp. 10.000, = ± Rp. 900.000, per ekor
2
Kalkulasi ini dapat sebagai patokan apabila disertai pemberian makan yang cukup dan umur yang sesuai.

Umur Awal Penggemukan:
Lamanya penggemukan ditentukan umur bakalan yang digemukkan misalnya
Umur ± 1 Tahun lama penggemukan yang ekonomis selama. minimal 1 tahun, Umur bakalan 1 'A 2 tahun lama pengemukan 6 10 bulan. Umur lebih dali 2 ½ tahun lama penggemukan 4 6 bulan.
Harga Bakalan Saat Ini sebagai berikut :
Sapi PO : Umur ± 1 tahun ± Rp. 2.000.000,
Umur ± 1 ½ 2 tahun ± Rp. 3.000.000,
Umur ± 2 ½ tahun keatas ± Rp. 3.500.000, 4.000.000,
Kondisi sapi bakalan harus sehat tetapi tidak gemuk.

Pemberian Makanan
Agar pertumbuhan yang dicapai maksimal selama. diberi rumput yang cukup dan kwalitas baik harus diberi makanan penguat (Konsentrat). Sebagai patokan untuk hijauan diperlukan. rumput sebagai berikut untuk :
Kebutuhan standar makanan hijauan minimal 10 % dari berat badan ternak sapi. Kalau Berat Ternak 300 Kg maka kebutuhan hijauan minimal 30 Kg per hari.

Untuk Makanan penguat konsentrasi diberikan sbb :
Standar kebutuhan Makanan penguat/konsentrat adalah 1% dari Berat Badan ternak sapi.
Konsentrat bisa terdiri dari
- Dedak halus
- Ubi kayu
- Tepung ubi/ampasnya
- Bungkil
- Jagung giling
Dan dicampur garam 29 % dari berat konsentrat. Uutuk mencapai kenaikan berat badan yang tinggi konsentrat, yang diberikan harus dengan kadar protein 15 16%.
Pemberian rumput setelah pemberian konsentrat pagi, agar konsentrat bisa dihabiskan. Selanjutnya pemberian rumput minimal 4 kali per hari yaitu
Pagi sehabis pemberian konsentrat dan jam 11.00 pagi.
Jam 12.30 13.00 diberi air minum, setelah itu jam 14.00 diberi lagi rumput dan yang terakhir jam 17.00 akan lebih baik kalau malam juga diberi hijauan (rumput) masing masing 11/4 x jumlah rumput per hari ¼ bagian rumput yang disediakan. Akan lebih baik kalau pemberian rumput sampai 5 atau 6 per hari.

PERHITUNGAN ANALISA USAHA

Untuk 5 ekor sapi, rumput ditanam sendiri :
Untuk 5 ekor dibutuhkan 5 x 50 kg 250 kg rumput per hari, setahun = 365 x 5 x 150 kg = 91.250 kg atau ± 91 ton.

Produksi rumput raja 1 ha/ tahun sdd :
1.70 ton/ha/thn hasil penelitian Balai Penelitian Ternak Bogor. Dengan pemupukan urea 900 kg + kcI 150 kg + Tsp 150 kg + pupuk kandang 30 ton/thn/ha.

840 ton/ha/thn hasil uji coba BPT HMT Padang Mengatas dengan pupuk kandang 30 ton/ thn.
Hasil masyarakat sekitar Padang Mengatas saat ini ± 600 ton/thn/ha hanya pupuk kandang dan Urea seadanya.
Untuk 5 ekor sapi berat badan 400 500 kg dibutuhkan 91 ton/thn.
Equivalen dengan 91 x 1 ha = 0, 15 ha lahan.
600
Untuk 5 ekor hanya dibutuhkan lahan 0,2 ha - ¼ Ha.

Konsentrat :
Paling tinggi 3 kg/hr/ekor yang terdiri dari dedak 2 ½ kg + Bungkil ½ kg dengan nilai saat ini :
(2 ½ x Rp. 120) + ½ x Rp. 350) = Rp. 475, per ekor, per kg = Rp. 475, : 3 = Rp. 158, paling tinggi Rp. 160 dan akan disediakan KUD bekerjasama dengan kelompok.

Tenaga Kerja :
Tenaga. kerja adalah tenaga kerja keluarga yang dimanfaatkan secara bersama¬sama Bapak bapak, ibuk dan anak anak.


ANALISA HASIL USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG
UNTUK 1 EKOR

1. Kredit (Modal) yang dibutuhkan
1. Seleksi/evaluasi lapangan Rp. 10.000,¬-
2. Biaya Transportasi dan Akomodasi Rp. 45.000,
3. Pembuatan Kebun Rumput + Bibit Rumput Rp. 205.000,¬-
4. Pembangunan Kandang Rp. 400.000,¬-
5. Pembelian Sapi (1 x 300 x Rp. 25.000, ) Rp. 7.500.000,-¬
6. Pengadaan Konsentrat x (1 x 180 x 3 Kg x Rp. 800) Rp. 432.000,¬-
7. Dana Kesehatan Ternak Rp. 50.000,¬-
8. Dana Pembinaan Rp. 58.000,-
Jumlah Kredit (Modal) yang diperlukan Rp. 8.700.000,-

KEBUTUHAN DANA UNTUK MODAL KERJA
(6 BULAN)

No Jenis Modal Kerja Satuan Jumlah (Rp)
1 Ekor
1 Sapi Bakalan Ekor 7.500.000,-
2 Makanan Konsentrat Ekor 30.000,-
3 Makanan Konsentrat Ekor/ Kg 432.000,-
4 Kesehatan ternak Ekor 50.000,-
5 Dana pembinaan Unit 58.000,-
6 Tenaga kerja Orang 900.000,-
JUMLAH 8.970.000,-


KEBUTUHAN UNTUK DANA INVESTASI


No Jenis Modal Kerja Satuan Jumlah (Rp)
1 Ekor
1 Kandang Unit 400.000,-
2 Pembuatan kebun rumput Ha 205.000,-
3 Peralatan kandang Unit 100.000,-
4 Sumber air Unit 50.000,-
5 Seleksi/ Evaluasi Lapangan Ekor 10.000,-
JUMLAH 765.000,-

0 komentar:

Posting Komentar